Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

1.       1. St. Petrus (64-67)

Petrus lahir di Betsaida, Galilea. Ia anak Yona (Yunus). Petrus adalah seorang Rasul pertama yang dipanggil Yesus untuk mengikutinya. Adiknya Andreas, bekerja sebagai nelayan di Tasik Galilea. Yesus berjanji menjadikannya penjala manusia. (Mat 4:20). Dahulu namanya Simon bin Yunus dan oleh Yesus namanya diganti menjadi Kefas atau Petrus, artinya :Batu Karang” (Mrk 3:16, Gal 2:11) untuk menandakan bahwa Petruslah ketua para rasul dan landasan Gereja yang akan didirikan Kristus (Mat 16:18-19). Petrus memiliki bakat alamaiah seorang pemimpin. Ia digambarkan sebagai orang yang perasaannya mudah meluap dalam arti positif maupun negative.

Tiga peristiwa menampilkan Petrus secara mencolok selama ia mengikuti Yesus, yakni: 1) Dialah yang pertama kali memberikan pengakuan iman akan Yesus sebagai Kristus (dan Allah Putra) di Kaisarea (Mat 16:13-20). 2). Tak lama sesudah itu, bersama dua Rasul lain ia menyaksikan transfigurasi atau kemuliaan Yesus di atas gunung dan ingin mempertahankan pengalaman itu dengan mendirikan tiga kemah (Mat 17:4). 3). Namun demikian, Petruslah yang menyangkal Gurunya tiga kali waktu Yesus diadili; suatu perbuatan yang menimbulkan penyesalan yang amat pahit (Luk 22:54-6) dan Yoh21:17).

Waktu Pentakosta, khotbah Petrus yang disampaikan atas dorongan Roh Kudus, menyebabkan sekitar tiga ribu orang bertobat dan member diri dibaptis (Kis 2). Dalam Kisah Para RAsul dikemukakan bahwa Petrus memberikan pelayanan di Palestina. Lalu tinggal di kota Antiokia di Negara Syria selama beberapa waktu. Kemungkinan ia lama mewartakan Injil di daerah yang sekarang dinamakan Asia Kecil. Sudah pasti, bahwa ia pergi ke Roma. Di rmah Hermes, yang diekskavasi di Via Appia pada tahun 1915, terdapat banyak prasasti yang mununjukan bahwa Petrus memakai rumah itu untuk menjalankan pelayanannya.

Petrus menjadi perintis pewartaan Injil di Yerusalem. Ia mengepalai “Konsili Para Rasul” di Yerusalem tahun 49 (Kis 15:6-11). Menurut tradisi sejak abad ke-2 Petrus mati demi iman, atas permintaannya sendiri dia disalibkan dengan kepala ke bawah, sekitar tahun 67 di Roma pada masa pemerintahan Kaisar Nero. Makam Petrus persis di bawah altar utama Basilika St. Petrus di Vatikan.